Masih ingat saya pembaca? Ya, saya Andi, umur
33 tahun, tinggi 160 cm, berat 50 kg, kulit sawo matang dan pernah
mengirimkan pengalaman pribadi saya dengan judul "Rental Internet
Favoritku". Terima kasih sebelumnya pada pengelola website RumahSeks
atas termuatnya cerita saya itu. ***** Kali ini adalah pengalaman
sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Linda. Setelah saya
mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang
katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di
Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat
email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram.
Tentu saja pembaca, saya yang menentukan lokasinya di rental internet
tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang
ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok.
Pada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar
juga rasanya saya menunggu Linda, seperti apa rupanya ya. "Selamat
pagi, Om namanya Andi khan?" "Ya, betul.. Ini Linda ya!" tanya saya
kembali padanya. Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan
tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160
cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus
sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga
perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang
berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek
cantik ini. "Gimana khabarnya?" tanyaku membuka percakapan sambil
mempersilakannya duduk. "Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok" "Oh
ya? Udah kemana aja Linda?" "Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan
tempat gerabah itu" "Terus Linda sekarang sama siapa?" "Sama Papa, Mama
dan sepupu, Linda tinggal di Senggigi Beach Hotel" "Wah, asyik dong.."
"So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om"
"Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho" canda saya.
"Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Linda" Linda orangnya
supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma
tubuhnya yang sangat wangi. 'Adik' saya sudah nggak bisa diam nich.
"Ceritanya Om Andi tuch asli khan?" "Tentu saja asli lho, dari
pengalaman pribadi" "Enak dong" "Enak apanya Lin?" pancing saya mulai
memepetkan tempat duduk. Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca,
bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya..
"Gituannya lho.." jawabnya tersipu malu. "Emangnya Linda pernah gituan
sama pacar?" "Ya.. Hampir pernah" "Hampir pernah gimana, nggak usah malu
dech, ceritain dong" "Siapa tahu Om bisa bantu" ujarku sambil tangan
kiri saya merangkul pundaknya. Wah, Linda tampaknya nggak marah nich
saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong. "Janji ya Om, nggak
bilang siapa-siapa" "Janji dech" saya menunjukkan tanda victory
padanya. "Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya,
padahal Linda belum apa-apa" "Maksudnya.." tanyaku pura-pura blo'on
padahal tahu maksudnya. "Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda,
udah keluar duluan" "Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejakulasi dini"
"Terus ngatasinya gimana dong Om" "Ya, Linda harus bisa foreplay dulu,
maksudnya pemanasan gitu" "Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en
lagian mainnya kasar sich" "Linda mau Om bantuin?" tanya saya yang sudah
tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi. "Maksud Om..?" "Ya..
Gimana caranya foreplay" "Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang"
"Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan
petunjuk" jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay,
habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya
atau aerobic. "Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu" "Nggak
ada orang di sini kok, sini Om pangku" rayuku sambil menarik pinggangnya
untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer. "Om..
Jangan.." celetuknya ragu dan canggung. "Udah.. Atasnya doang kok,
gimana?" tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga
kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas
payudaranya. "Ja.. Ngan.. Om.. Geli.." "Gimana rasanya Lin.." "En.. Ak..
Sst.. Mmh" Linda kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan
tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba
pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya
yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua
tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang
makin lama makin mengeras. "Mmh.. Mmh.." gumam Linda. Beberapa menit
kemudian.. "Udah.. Om.. Sst.. Udah.." tahan Linda sambil melepaskan saya
dan merapikan bajunya. "Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho"
goda saya tersenyum. "Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini"
"Maunya Linda dimana?" "Tempat yang sepi orangnya gitu" Saya lihat
tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung,
mungkin Linda agak terganggu juga konsentrasinya. "Gimana kalo di hotel
aja Lin, di sana lebih tenang" usulku. "Iya dech.. Tapi jangan di
Senggigi ya Om", jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra. "Oke,
nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi" Dan kami pun check in di
salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Linda
tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau
ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan
ini sebaik-baiknya. "Wah, di sini baru tenang nich" kata Linda sambil
memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari
Senggigi dan kota. "Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay?"
"Mmh.. Gimana ya" Linda agak ragu kelihatannya. Wah, anak ini harus
dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si 'buyung' sudah tegak
seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan
celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju
menghadap ke Linda. "Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung" kata Linda sambil
menunjuk ke kontol saya. "Linda mau lihat punya Om ya" Kutanggalkan
semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang
tegak itu. "Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya.." terheran- heran Linda
melihat bentuk kontol saya. "Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran"
ujarku sambil mendekatinya. Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan
celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya
dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda
dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan
menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot
pengait BH-nya. "Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda.." rengeknya
meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan
hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan. "Terr..
us.. Om.. sst.. sst.." rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada
payudaranya. Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan
kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi
bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar- masuk dengan lancar.
"Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu.." Saya turun lagi mencium perutnya
yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah. "Buka..
Aja.. Om.. Cepet.. Sst" celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil
membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih
kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya
menari-nari. "Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh.." rintihnya tak karuan sambil
menjepit kepala saya. Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha
bagian dalam Linda yang sudah sangat basah sekali. "Om.. Mmhmm.. Ganti..
Om.. Sstss" "Gantian gimana Lin.." goda saya sambil telentang. "Gantian
Linda isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya" "Beres, nanti Om
pakai kondom kok" "Mmh.." Linda tidak menjawab, soalnya sudah mulai
menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi
lama-kelamaan masuklah semua kontol saya. "Terr.. Us.. Lin.. Jilat.."
perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya
kontol saya masuk semua ke mulutnya. Beberapa menit kami melakukan oral
sex, Linda ternyata menikmati permainan itu. "U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak
tahan.. Nich" "Iya Om, Linda juga pengin ngerasain senggama gaya kuda
ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi.." celotehnya tertawa sambil
mengambil posisi menungging. "Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu"
Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata
meleset. "Aduh.. Om.. Pelan.. Dong" rintihnya kesakitan. Memang vagina
Linda masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich.
"Lin tolong bantuin pegangin kontol Om" "Sini Linda bantuin masukin tapi
pelan ya" Linda kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke
vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk
seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras. "Aduh Om
sakit" "Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok" "Sst.. Om.. Gini rasanya
ya.. Sst.." "Gi.. Mana.. Lin.." "E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst"
"Nahh.. Sst.. Gitu.." Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan
kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok..
Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya
ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama
semakin cepat. "Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau keluar nich"
rintihnya tertahan. "Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess.."
jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya. "Sst.. Lin.. Da..
Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh.." jerit Linda. Tiba-tiba tubuh Linda
mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan
putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina
Linda. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu.
"Trim's ya Lin, rasanya gimana?" tanya saya sambil mengecup pipinya.
"Enak sekali Om, baru kali ini Linda puas" "Gimana ML ama Om Andi Lin?"
tanya saya sambil mencium pipinya. "Puas rasanya ke Lombok, dapat
plusnya lagi" katanya sambil ke kamar mandi dan beberapa menit sehabis
mandi kemudian Linda sudah merapikan bajunya. "Sampe besok ya, sehari
lagi Linda pulang lho" "Okey, kapan ketemu lagi?" "Terserah Om dech,
tapi jangan terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho" "Gimana kalo jam
19.20 Om jemput?" "Okey dech, seperti biasa ya" Maksudnya seperti biasa
adalah, Linda kujemput pakai mobil sewaan di Senggigi, tapi agak jauhan.
Karena jika ketahuan bapaknya khan bisa berabe. Pukul 19.30 Linda sudah
berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins span warna
biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya.
Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku. "Kita kemana Om?"
"Bandara Selaparang" "Ngapain ke sana?" tanyanya heran. "Udah nggak usah
banyak tanya, nanti juga tahu" "Linda ama Papa cuma dikasih ijin satu
jam lho Om" "Maka itu, Om mau kasih hadiah buat Linda" "Wah, terima
kasih Om" jawabnya sambil mencium pipi saya mesra. Saya pilih bandara
itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud
saya, he.. he.. he... Setelah sampai di bandara, saya parkir mobil di
tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya ajak
Linda pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih
leluasa kalau mepet-mepetan. "Mana hadiahnya Om?" tanya Linda tidak
sabaran, karena tidak tahu apa hadiahnya. "Om cuma mau kasih hadiah
seperti kemaren" selidik saya menunggu tanggapannya. "Maksud Om?" "Iya,
seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu hadiahnya, tapi Linda mau
nggak?" "Idih, si Om maunya.." jawab Linda sambil tersipu. Bagi saya itu
sudah cukup merupakan tanda setuju dari Linda hingga tanpa menunggu
jawaban dari Linda, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya sudah
mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih
terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan
lekuk-lekuk bodinya. Linda juga kelihatannya ingin menghabiskan malam
terakhirnya bersama saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai
separuh dan melahap kontol saya yang sudah kencang dari tadi. "Teru..
Ss.. Lin.." perintah saya sambil membuka kaos dan BH putihnya yang
berenda itu. "Mmh.. Mmbmnb.." celotehnya tidak jelas karena mulutnya
penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang
cepat. "Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh.." Tiba-tiba Linda
melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok
dan Linda yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat
indah pembaca, Linda memakai CD kuning yang bergambar hati atau cinta.
"Ayo Om, jangan diliatin aja" "Ya.." jawab saya sambil mencium vaginanya
yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya
geli hingga pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan. "Uda.. Hh.. Om..
Buka aja.. Sst.. mmh.." katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya.
Dengan dibantu Linda, saya membuka celana dalam beserta sok spannya
hingga ia tinggal mengenakan BH saja. Vaginanya yang ditumbuhi bulu
halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita, beberapa saat saya cium
dan jilat pada bagian dalam vaginanya. "Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om..
Nah gitu.. Sst" "Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst.." pintanya
pada saya yang membuatnya sangat terangsang. Sambil menjilat seluruh
bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas
payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang
sudah keras sekali. "Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih.."
rintihnya memohon pada saya. Saya sudah mengerti maksudnya, Linda sudah
sangat terangsang sekali ingin melepaskan hasratnya dengan segera.
Kemudian saya berganti posisi dengan Linda saya pangku berhadapan dengan
saya sambil membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua sudah
bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara waktu itu belum
terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama. "Pel.. Lan ya Om"
kata Linda sambil menggesek- gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan
dulu. "Gimana Lin..?" "Udah Om, sekarang aja" ajak Linda sambil memegang
kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga
menyodoknya pelan, kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol
saya. "Arg.. Sst.. Mmh.." rintih Linda karena masuknya kontol saya yang
kemudian maju mundur dengan lembut. Kontol saya serasa diremas-remas
dalam lubang kemaluan Linda yang masih sangat kencang sekali,
denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan tentunya juga
Linda yang menggerakkan pinggulnya ke kiri ke kanan meraih kenikmatannya
sendiri. "Om.. Sst.. kemot su.. sunya Linda.. Sst.. Mmh.." "Mmh..
Mmh.." Sambil menyodok vaginanya, saya menjilat, kadang mengulum kedua
payudaranya bergantian. Posisi itu menimbulkan bunyi yang saya tirukan
kira-kira ceplok.. ceplok.. Beradunya kontolku dalam vaginanya disertai
rintihan dan jeritan kecil dari Linda membuat saya ingin segera
memuntahkan lahar putih yang sudah dari tadi saya tahan. "Ce.. Peet..
Sst.. Om.. Linda.. Mau kelu.. Ar.. Sstss.. aahh.." celotehnya meminta
saya menyodoknya lebih cepat dan gerakan pinggulnya semakin cepat. "Ya..
Lin.. Ayo.." jawab saya dengan sodokan yang tak kalah cepatnya dengan
pinggulnya dan pada akhirnya muncratlah lahar itu secara bersamaan
crot.. crot.. crot.. "Argh.. Ahh.." jerit kecil Linda menyertai
muncratnya lahar itu. "Ahh.." kami berdua duduk dengan lemas dan puas
dalam mobil. "Trim's ya Lin" jawab saya sambil mencium keningnya.
"Sama-sama Om" jawab Linda sambil memeluk saya dengan erat. Malam itu
kami habiskan dengan makan malam dan sebelum pulang ke hotel, Linda
meminta sekali lagi 'pelajaran' pada saya di pinggir pantai Senggigi
yang berpasir putih dan dalam cahaya bulan yang bersinar terang tapi
tidak di dalam mobil. Sampai-sampai saya kewalahan menuruti berbagai
macam gaya yang ingin dicobanya. Saya baru tahu bahwa ternyata Linda
yang keturunan tionghoa yang masih ABG itu nafsu sexnya juga tinggi.
Selamat jalan Linda, semoga saja kamu puas jalan-jalan ke pulau Lombok.
Nanti kalau jadi study tour SMU-nya ke Lombok lagi, bilang Om Andi saja
ya, jangan lupa emailku, pasti akan kuantarkan teman-temannya juga.
***** Bagi pembaca wanita yang ingin jalan-jalan ke pulau Lombok dengan
pantai Senggigi yang berpasir putih dan ingin melihat Budaya Bali dan
lombok, bisa menghubungi saya via email, nanti saya antarkan kemana
saja, pokoknya ditanggung senang. Saya biasanya ke rental internet
membaca email pada hari Senin ? Rabu. Ini adalah pengalaman aktual tanpa
tambahan dan karangan yang berlebihan. TAMAT
Nikmatnya ABG SMU
Selasa, 18 Desember 2012 | 0 komentar
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar